HARGA BARANG
“Ternyata harga kebutuhan pokok (asas) di Malaysia jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia. Cabai merah per kg cuma 1 ringgit atau sekitar 3 ribu rupiah, beras berkualitas baik sekitar 5 ribu rupiah per kg. Sepertinya, Pemerintah Indonesia harus belajar banyak dari Pemerintah Malaysia dalam mengendalikan harga. Jangan cuaca buruk terus yang persalahkan karena soal cuaca bisa di prediksi.”
Itu kata temanku Haris Piliang , pembaca berita TVRI lewat perbualan kami. Ironi sekali, ketika pulang dari Plaza Semanggi ke rumah malam semalam aku sempat berbual dengan supir (pemandu) teksi. Dia mengeluh harga barang makanan mentah seperti sayur-sayuran, beras dan lain-lain lagi yang naik harga. Dia mengimpikan zaman Suharto kembali semula kerana rakyat marhaein tidak mengeluh soal kenaikan harga barang makan. Dia tidak kisah kalau Suharto itu diktator, korupsi atau kronisme. Yang dia mahukan ialah rakyat banyak mudah cari makan dan harga makan barang tidak mahal. Zaman Megawati dan Bambang Yudhiyono menjadi presiden amat perit bagi mereka. Rakyat banyak terutamanya yang bekerja kasar amat payah sekali untuk hidup. Kais pagi makan pagi, kasi petang makan petang. Itu belum biaya yuran anak sekolah yang mencecah 1juta rupiah setiap kali musim sekolah bermula.
Pernah sahabat-sahabat di Malaysia dengan sinis dan seakan-akan tidak percaya mengatakan saya bohong. Ya, bagi kalian yang sering bertandang ke Indonesia untuk libur dan membeli belah pakaian dan aksesori badan, harga barang-barang seperti itu memang murah. tetapi tidak bagi harga makanan.
Saya terdiam dan ini bukan kali pertama saya mendengar supir teksi bercakap tentang hal ini. Saya sendiri cukup terasa apabila memulakan hidup di Kota Jakarta 3 bulan yang lalu. Sememangnya harga beras, sayur, tepung, gula dan barang-barang keperluan harian lain amat mahal di Kota Jakarta.
Sekurang-kurangnya saya harus bersyukur. Dalam keadaan harga barang, petrol dan lain-lainnya semakin naik di Malaysia, ia masih lebih murah berbanding harga di Jakarta. Saya berharap kerajaan Malaaysia terus menjaga kebajikan rakyatnya dengan lebih baik.
Moga-moga kemakmuran yang ada, dikongsi rakyat yang benar-benar membutuhkan pertolongan pemimpin bijaksana untuk mengemudi negara.
* harga Ruppiah semakin tinggi. Kalau dahulu USD1 bersamaan dengan Rp12,000. Tetapi sore semalam, 1USD bersamaan Rp8985. Aduh! rugi banyak.

